Lost your password?
  • narrow screen resolution
  • wide screen resolution
  • fluid screen resolution
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • style1 color
  • style2 color
  • style3 color

Institut PTIQ Jakarta

Member Area

Newsflash

Home
  • Seminar Internasional 'Peta Pemikiran Islam Di Indonesia antara Liberalisasi dan Islamisasi'
    Jakarta, 01 April 2011
    Oleh: Dr. Adian Husaini (Peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations/INSISTS) “I venture to maintain that the greatest challenge that has surreptitiously arisen in our age is the challenge of knowledge, indeed, not as against ignorance; but knowledge as conceived and disseminated throughout the world by Western civilization.”(Syed Muhammad Naquib Al-Attas).
Image Fakultas Syariah Program Studi / Konsentrasi: Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah, Ekonomi Islam, Studi Po... Read more...
Image Fakultas Dakwah Program Studi / Konsentrasi: Komunikasi Penyiaran Islam, Manajemen Dakwah. &... Read more...
 
Image Fakultas Tarbiyah Program Studi / Konsentrasi: Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah, Ekonomi Islam, Studi Po... Read more...
Image Fakultas Ushuluddin Program Studi / Konsentrasi: Tafsir Hadits. Kompetensi: Mufassir. ... Read more...
 

Pasca Sarjana
Program Studi Magister Ilmu Agama (M.Ag), Program Studi Magister Pendidikan Islam (M.Pd.i), Program Doktor Studi Islam (S3)
(
terakreditasi BAN-PT No: 005/BAN-PT/Ak-VII/S2/VI/2009)
Read More...

 

PTIQ Sebagai Institusi Kajian Al-Qur’an Terkemuka
 
Jakarta, 24 Juli 2010 
Institut PTIQ Jakarta kini semakin memantapkan langkah. Setelah melaksanakan Sidang Senat yang menetapkan arah kebijakan program dan memilih Rektor dan Purek baru, bulan April lalu dilakukan Pelantikan Rektor, Purek dan Dekan. Pada tanggal 13 - 14 Juli 2010 Institut PTIQ Jakarta menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) bertempat di Syahida Inn Jakarta.  Rapat kerja  dengan tema “Transformasi PTIQ sebagai Institusi Kajian al-Qur’an Terkemuka“  ini diikuti oleh 50 orang terdiri dari Para Pimpinan, Yayasan, Dewan Kurator,  Dekan, Kepala Lembaga, Biro, dan Dosen serta alumni. Beberapa kebijakan di bidang akademik, administrasi keuangan, kemahasiswaan dan kerjasama antar lembaga dibahas dalam Rapat Kerja tersebut. Di antaranya Pengembangan paradigma akademik baru yang mampu mengantisipasi perubahan global yang terjadi, penguatan kelembagaan (institutional empowering) dan perluasan jaringan. Memperkuat Pengajaran dan Riset

Dalam sambutannya Rektor Institut PTIQ Jakarta Prof. Dr. Nasruddin Umar, MA mengharapkan PTIQ Jakarta mampu membaca trend lokal maupun internasional sebagai peluang dan tantangan. Dia menyebut bahwa Universitas kini mengalami perrkembangan dalam 3 tahap : Teaching University, Research University dan Enterpreneur University. PTIQ harus bisa memanfaatkan kelebihan di antaranya usia yang lama dan branded yang terkenal.  Kini system akademik perlu diperkuat dan dikembangkan, termasuk membuka prodi baru ekonomi syari’ah dan politik Islam yang menjadi trend masyarakat  dunia. PTIQ ke depan harus bisa memantapkan tiga tahap perkembangan universitas tersebut, dengan konsekuensi memperkuat pengajaran, riset dan pengabdiannya. Jaringan kerjasama juga perlu diperkuat dengan membuka akses kepada pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/kota), lembaga swasta dan perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri, di samping mempererat kerjasama dengan Kementerian Agama dan Pemda DKI yang sudah terjalin selama ini.
Sementara itu ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan al-Qur’an (YPA) H. Pontjo Sutowo mengharapkan PTIQ mampu membaca kebutuhan masyarakat. Sebagai lembaga pendidikan al-Qur’an pertama di Indonesia, PTIQ harus  mampu menjawab problematika kebangsaan berbasis al-Qur’an, seperti melakukan kajian dan solusi tentang problem dan konflik value yang saat ini menggejala di masyarakat kita. PTIQ kini harus mampu menerjemahkan dan menggali nilai-nilai al-Qur’an untuk diterapkan dalam rangka membentuk masyarakat yang maju dan sejahtera. 
 
Excellent University    

Acara ini juga mengundang pembicara luar untuk memberikan input dan wawasan. Mereka yang diundang adalah Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Dr. Affandi Mokhtar, Dr. Mukhlis Hanafi, pakar tafsir alumnus al-Azhar, Deputy Gubernur DKI Jakarta bidang pendidikan, H. Margani Mustar, M.Sc.
Dr. Affandi Mokhtar menyinggung 4 tangga proses pengembangan perguruan tinggi, yaitu : 1) Capacity building,  2) Internal Eficiency, 3) External Eficiency, dan 4) Excelency. Dr. Affandi Mokhtar berharap PTIQ menjadi excelent university. Dalam hal ini PTIQ harus bisa menjadi resource dan model bagi perguruan tinggi-perguruan tinggi lain atau badan-badan lain. Sementara itu Marghani Mustar menyatakan bahwa arah kebijakan Pemda DKI Jakarta di bidang pendidikan adalah memajukan pendidikan di DKI untuk membangun masyarakat yang Qur’ani. Hal ini sesuai dengan misi DKI Jakarta membangun masyarakat yang maju dan relijius, yakni  masyarakat Jakarta yang nyaman dan sejahtera. Karenanya, PTIQ diharapkan menjadi pendorong utama bagi program pembangunan di DKI, dan Pemda DKI concern dan terus mendorong untuk memajukan PTIQ.
Dr. Mukhlis Hanafi mengingatkan bahwa PTIQ pada masa awalnya didirikan untuk mencetak ulama al-Qur’an. Untuk menghasilkan ulama, mau tak mau mereka harus menguasai Bahasa Arab agar mampu mengakses sumber-sumber pengetahuan Islam, yaitu khazanah kitab berbahasa Arab. Selanjutnya mereka dilatih dengan metode berpikir analitis untuk mengtransformasi kajian keilmuan klasik dengan tantangan modernitas yang begitu kompleks. 
 
Pembelajaran yang Efektif

Dalam sesi hari berikutnya, setelah mendengar paparan dari Purek I Muntaha Azhari, Purek II Syamsul Bahri, Purek III Ali Nurdin dan Purek IV Mujib Rohmat,  semua peserta menyampaikan pendapat berupa kritik, saran dan harapan untuk dirumuskan dalam program yang realistis. Menurut Muntaha Azhari PTIQ harus mengefektifkan pembelajaran terutama di bidang al-Qur’an daan Bahasa Arab. Para dosen harus mampu menerapkan metode yang praktis serta mampu memanfaatkan IT dan teaching aid. Dengan kedua aspek itu mahasiswa PTIQ akan terdorong untuk mengkaji dan menggali al-Qur’an, menjawab tantangan dan member solusi terhadap problema masyarakat.
Sementara bagi Purek II, Syamsul Bahri, akan menfokuskan pembenahan kelembagaan yang kini terasa lemah. Dengan kelembagaan yang lemah, termasuk system kepegawaian, PTIQ selalu berat untuk meningkatkan kinerjanya. Dan itu berkait dengan bidang kerjasama kelembagaan yang selama ini lebih banyak menunggu bantuan pihak lain. Kini PTIQ diharap pro-aktif menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga lain menawarkan produk-produk ilmiahnya di bidang al-Qur’an sebagai hasil riset. Aspek inilah yang menjadi bidang garapan Purek IV, H. Mujib Rohmat, yang kini merupakan struktur baru dalam Pimpinan PTIQ.   
Masyarakat menunggu kiprah PTIQ yang lebih kongkrit, termasuk Instansi-instansi pemerintah, swasta dan Pemda-pemda menunggu tawaran PTIQ berupa program-program untuk mengembangkan al-Qur’an. Bukankah setiap Pemda membutuhkan calon-calon peserta MTQ baik qari, hafizh, mufassir dll. Termasuk pembinanya dengan system pengelolaan MTQ dan pengembangan al-Qur’an yang innovative dan efektif.  Itu semua merupakan tantangan yang  harus bisa dijawab oleh PTIQ, terutama kepemimpinan periode 2010 – 2013. (emha/hadi)
 
 
 
 
 
Friday, 18 April 2014

Pengumuman

 

Penerimaan Mahasiswa Baru S1, S2, dan S3 Tahun Akademik 2014-2015. Informasi dapat menghubungi Sekretariat Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Institut PTIQ Jakarta.

 

Features

Sample image
Program Strategis
Pembinaan, pelatihan..
Sample image
Kurikullum
Pengalaman belajar..
Sample image
Sarana Prasarana
Fasilitas pendidikan..
Sample image
Pimpinan dan Dosen
Lulusan luar & dalam negri..

Pesantren Al-Qur'an "Indonesia"

Pesantren Al-Qur'an "Indonesia" Institut PTIQ Jakarta.
Alamat: Jln Batan I No.63. Lebak Bulus, Pasar Jum’at, Cilandak, Jakarta Selatan, Tlp/ Fax: (021) 7695938
Selengkapnya..